9 Apr 2011

FF The Lost Word


Namja: Kyuhyun, Siwon
Yeoja: Wookie, Sungmin

            Bolehkah aku berharap lebih atas perhatiannya? Bolehkah aku mengabaikan perasaan temanku terhadap dia yang kusuka? Jahatkah aku bila melakukannya? Bolehkah aku bermimpi memilikinya? Adilkah aku? Tuhan tolonglah aku… Berikanlah aku kesempatan dalam hidupku yang singkat ini…

            “Kamu yakin mau sekolah?? Belakangan ini kamu semakin lemah, sayang…”tanya seorang pria tua di sebuah kamar yang nyaris serba putih.
            Yeoja yang sedang duduk bersandar di tempat tidurnya itu mengangguk yakin. “Ne, Haraboji. Haraboji gak lupa dengan janjimu kan??”tanya yeoja itu balik.

Suasana SMA X pagi itu sudah begitu ramai walaupun bel masuk masih lama. Terlihat seorang namja kurus berkulit putih yang termasuk kalangan namja tampan SMA X, berjalan melewati kelas XI I.A 4.
            “Kyuhyun!”
            Namja itu langsung mencari sumber suara yang memanggil namanya, saat itulah dilihatnya seorang yeoja yang sama sekali gak menarik berjalan menghampirinya.”Waeyo, Wookie-ssi?”sahutnya kuat.
            “Mana janji kemarin??”tanya Wookie cepat.
            “Wae? Kapan aku janji?”tanya Kyuhyun yang sengaja mempermainkan Wookie.
            “Huh!”dengus Wookie kesal lalu menggembungkan kedua pipinya.
            Kyuhyun tersenyum jahil,”Ne ne… Yang ini kan?”ujar Kyuhyun sambil menyerahkan sebuah CD R pada Wookie.
            “Gomawo!”ucap Wookie senang lalu tersenyum sehingga memperlihatkan lesung pipinya.
            “Udah yah… Aku mesti balik ke kelas dulu nih… Belum buat PR.”ujar Kyuhyun tiba-tiba
            “Tumben belum buat?”
            “Aku sibuk… Aku udah mulai kerja partime, sampai malam…”jawab Kyuhyun terlihat lelah.
            “Kyu, setahu aku kamu bukan berasal dari keluarga gak mampu kan?”tanya Wookie sambil menyipitkan matanya.
            “Aku namja, Wookie-ssi! Udah besar masa masih minta uang sama orang tua. Malu… Lagian aku udah bisa cari penghasilan sendiri dan itu halal. Jadi gak masalah kan?”sahut Kyuhyun.
            Wookie tersenyum mendengarnya,”Keren! Oh ya, emang PR apa’an sih?”
            “Kewarganegaraan”jawab Wookie singkat.
            “Mau lihat punya aku?”
            “Emang kamu pikir aku babo? Ah udahlah… Aku balik ke kelas dulu yah…”
            “Ne!”
            Kyuhyun langsung kembali ke kelasnya. Sepeninggal Kyuhyun, Wookie senyam senyum sendiri. Ya, Wookie menyukai Kyuhyun, tapi Wookie tahu Kyuhyun menyukai sahabat Wookie, Sungmin. Sungmin anaknya kecil, manis, pintar dan cukup ramah. Berbanding terbalik dengan Wookie yang kurus dan suka ngerjain orang. Yang sedikit bisa dibanggakan dari Wookie adalah kemampuan otaknya yang diatas rata-rata. Wookie jauh lebih pintar dari Sungmin yang kaya karena Sungmin Appa adalah seorang pejabat. Dan semua orang mengakui kelebihan Wookie yang satu itu walaupun yeoja itu cukup sering tidak masuk sekolah karena harus bolak balik di rawat di Pyongwon karena penyakit yang di deritanya. Tapi tidak seorangpun pihak sekolah yang mengetahui apa penyakit Wookie.
***
           
Siang itu berbeda dengan hari-hari sebelumnya dimana Wookie akan langsung pulang begitu jam sekolah selesai karena harus melakukan medical check up, tapi kali ini Wookie main ke rumah Sungmin sepulang sekolah karena Wookie unjonsha (supir) baru bisa jemput saat jam pulang kerja Wookie Haraboji. Kedua sahabat itu mengobrol di kamar Sungmin yang cukup luas.
            “Wookie, kamu tahu, sepertinya aku mulai menyukai Kyuhyun…”ujar Sungmin sambil berguling-guling di atas tempat tidurnya.
            Wookie terkejut mendengar pengakuan temannya itu. “Bagus dong! Kyuhyun kan juga suka sama kamu…”ucap Wookie berusaha menyemangati Sungmin walaupun hatinya hancur mengetahui kenyataan itu.
            “Bagusnya aku nembak dia atau nunggu dia nembak aku?”tanya Sungmin bersemangat.
            “Kamu aja dulu… Gak masalah kan kalau yeoja yang sedikit lebih agresif??”
            Ya Tuhan! Aku mohon, jangan sekarang… Jangan sakit sekarang… Aku tidak ingin membuat Sungmin cemas…
            “Bisa buatkan janji gak sama Kyuhyun? Kamu kan dekat sama dia…”
            “Bukannya kamu lebih dekat sama dia? Kalian kan teman dari SMP…”balas Wookie pelan sambil menahan sakit kepalanya.
            “Aku takut Kyuhyun masih marah karena kejadian dulu…”
            “Emangnya ada kejadian apa, Minnie?”tanya Wookie penasaran.
            “Kyuhyun pernah bilang kalau dia suka sama aku, dan aku minta dia menulis surat cinta… Salah aku karena surat cintanya aku tempel di mading sekolah, dan membuat hampir seluruh siswa membaca ungkapan cinta Kyu. Kyu pasti malu banget. Dia emang gak marah sih. Cuma…”
            “Apa?”
            “Kyuhyun bilang sama aku kalau dia kecewa dengan sikapku. Dia lebih terima kalau aku langsung menolaknya terang-terangan dan tegas daripada berbuat seperti itu. Kyuhyun pasti marah banget sama aku.”
            “Tapi, Minnie… Menurut aku, Kyuhyun bukan orang yang pendendam deh…”
            “Tolong yah?? Ntar aku bakalan belikan kamu barang apa saja yang kamu mau…”pinta Sungmin dengan mata berbinar.
            “Aku coba dulu yah…”ucap Wookie lemas sambil berusaha tetap tersenyum walaupun sakit kepala yang mendadak menyerang kepalanya benar-benar membuat Wookie pucat.
            “Jeongmal gomawo!”teriak Sungmin girang tanpa menyadari perubahan pada sahabatnya.
***

Sungmin suka Kyu, Kyu suka Sungmin… Aku?? Aku cuma teman yang gak ada artinya… Lagian aku gak bakal bisa memiliki Kyu, bukankah lebih baik aku melakukan sesuatu yang berguna? Akan kulakukan… Satu-satunya hal yang mungkin bisa kulakukan…

            Wookie berhenti menulis diary-nya saat hp-nya berbunyi.
            “Yoboseyo??”sapa Rena.
            ”Bagaimana keadaan kamu, sayang??”tanya suara lembut di seberang yang ternyata adalah milik Mrs. Kim, Wookie Amma.
            ”Wookie baik-baik aja koq. Haraboji dan Oppa pasti sudah langsung mengabari Amma kalau ada apa-apa sama Wookie.”
            Mrs. Kim terdiam sesaat sebelum kembali bicara. ”Kamu masih ingatkan kalau besok kamu akan kesini?? Kamu gak akan menolak lagi kan, sayang??”
            Wookie tersenyum kecut mengingat janjinya,”Ne, Amma. Wookie ingat. Wookie gak akan menolaknya lagi. Udah gak ada waktu lagi.”
            ”Istirahatlah. Dan ingat ini, Amma dan Appa selalu menyayangimu.”
            ”Ne, amma. Wookie juga sayang sama Amma dan Appa. Amma harus janji untuk kuat. Wookie gak mau lihat Amma lemah. Janji ya, Ma??”
            ”Amma janji, Wookie... Selamat malam, sayang.”ucap Mrs. Kim lembut sebelum mengakhiri pembicaraan dengan Wookie.
            Selesai bicara dengan mamanya, Wookie langsung mengirim sms pada Kyu.
-                      : woi… bsk U ad wktu g?
+          : wae?
-                      : minnie mw ngmong ma U
+          : kq g dy yg blg?
-                      : udhlah… ad wktu g? d hrmkan bwt b’tnya
+          : ad… tetapin aj jm brp, ntr bru sms Q…
-                      : ok dech… gomawo…
Wookie menatap handphone-nya dengan lemas. Dia bingung dengan semua yang terjadi. Dia bingung harus berbuat apa untuk kebaikan semua orang yang disayanginya. Tapi dalam hatinya Wookie sadar, dia tidak akan bisa berbuat apapun.
Saat Wookie akan melanjutkan menulis diarynya, seseorang masuk ke dalam kamarnya.
“Wookie… Hari sudah malam. Kalau kamu tidak segera tidur, besok kamu tidak boleh masuk sekolah.”tegur seorang perawat yang sengaja datang ke kamar perawatan Wookie karena lampu di kamar itu masih menyala.
Wookie tersenyum lalu menutup diary-nya. “Aku besok memang gak sekolah lagi, Oenni… Semuanya sudah sampai batas akhir… Aku gak bisa menunda ini lebih lama lagi… Tapi yang pasti aku akan sangat merindukan suasana di rumah sakit ini.”ucap Wookie santai seakan apa yang baru saja dibicarakannya hanyalah masalah biasa.
“Kamu pasti bisa. Jangan menyerah.”ujar perawat itu lembut,”Selamat malam…”
Tepat pada saat perawat keluar, Siwon masuk ke dalam kamar Wookie. “Amma menelponmu?”tanya Siwon sambil menarik kursi mendekati tempat tidur Wookie.
“Ne, oppa. Oppa baru pulang kerja??”tanya Wookie cemas melihat oppa-nya terlalu memaksa diri untuk bekerja.
Siwon mengangguk pelan. “Oppa akan terus bekerja sampai oppa bisa membiayai operasimu sampai kamu sembuh.”jawab Siwon sarat kehangatan.
“Jeongmal gomawo oppa… Wookie bisa bertahan karena ada oppa, haraboji, amma dan appa.”ucap Wookie pelan.
“Tidurlah. Oppa akan tetap disini sampai kamu tidur.”ujar Siwon sambil membelai kepala Wookie lembut.
***
           
Keesokan harinya Wookie tidak masuk sekolah, ya walaupun akhirnya dia berhasil membuat Sungmin dan Kyuhyun bertemu. Wookie harus segera ke Malaysia bersama orangtuanya untuk mengurus beberapa hal. Dan karena orangtua Wookie menetap di Jakarta, itu membuat Wookie harus ke Jakarta terlebih dahulu sebelum berangkat dengan penerbangan pertama sehari kemudian ke Malaka.
            Di tempat lain, Sungmin positif ditolak Kyuhyun, Sungmin yang sangat dipuja di sekolahan ditolak oleh seorang Kyuhyun.
            “Maaf… Mungkin dulu aku memang menyukaimu, tapi sekarang, seseorang hadir tanpa kuminta dan mengisi ruang kosong yang sama sekali gak pernah kamu coba untuk mengisinya… Aku sangat menyayanginya dan aku gak ingin melepaskannya… Dia berarti segalanya bagiku.”ucap Kyuhyun pelan.
            Sungmin tersenyum datar. “Aku agak kecewa kamu menolakku… Tapi sudahlah, aku juga ingin minta maaf atas apa yang pernah kulakukan…”
            “Kwaenchana… Aku gak marah, aku hanya kecewa… Tapi tolong jangan bahas itu sekarang”ujar Kyuhyun.
            Sungmin berusaha tersenyum dengan tulus walaupun yang muncul hanyalah seringai kesal, dan ingin menggoda Kyuhyun. ”Katakan padaku kalau seseorang yang kamu maksud itu adalah Wookie??”
Kyuhyun tersenyum bahagia, sebelum menggangguk pelan. ”Oh ya, ngomong-ngomong Wookie mana? Aku udah dapat CD yang dia minta.”
            “Aku heran kenapa Wookie tidak mengatakan apa-apa padamu. Tapi Wookie udah berhenti sekolah dan hari ini dia balik ke Jakarta. Dia sempat pamit tadi pagi ke rumahku dan bilang kalau dia mungkin tidak akan kembali ke sini lagi.”
            “Mworago?!?”ucap Kyuhyun gak percaya dengan apa yang dikatakan Sungmin. Sesaat Kyu percaya kalau Sungmin hanya ingin menakutinya atau berbohong padanya karena Kyu sudah menolak Sungmin. Tapi melihat wajah Sungmin yang sedih saat mengatakan Wookie tidak akan kembali membuat Kyuhyun membuang semua kemungkinan yang sempat muncul di pikirannya itu.
***
           
“Operasi ini kemungkinan berhasilnya tidak sampai 50%. Jadi jangan terlalu berharap walaupun begitu, saya akan mengusahakan yang terbaik,”ujar seorang dokter di sebuah rumah sakit di Malaysia.
            “Kwaenchana, Dok… 0,1% aja masih mungkin jadi 100%, Dok… Lagian saya tahu koq kalau ini sudah terlambat.”jawab Wookie tenang.
            “Baiklah kalau begitu. Lebih baik sekarang kamu istirahat dulu. Operasi akan dilakukan besok siang.”ucap dokter yang menangani Wookie sebelum keluar dari ruang perawatan VVIP yang ditempati Wookie. Dokter itu kagum dengan semangat hidup Wookie yang masih sanggup berharap dengan tabah walaupun jauh dalam lubuk hatinya Wookie tahu kalau tidak akan ada kesempatan untuknya.

            Kyuhyun mengirim sebuah sms untuk Wookie yang berisi pernyataan cintanya, walaupun dia tidak yakin kalau perasaannya akan diterima tapi Kyuhyun tetap ingin berjuang mendapatkan Wookie. Tepat saat sms itu sampai di hp Wookie, tubuh kaku Wookie dimasukkan ke liang kubur. Operasi kanker otak yang dijalaninya gagal. Wookie tahu, mustahil operasinya akan berhasil mengingat penyakitnya sudah stadium 4. Dan sakit kepala yang di deritanya semakin parah dari hari ke hari sebelum dia memutuskan untuk berhenti sekolah. Selesai acara pemakaman, Siwon mengirim sms dukacita ke seluruh nomor telpon yang ada di phonebook handphone adiknya. Termasuk Kyu. Kyuhyun berkali-kali membaca sms yang diterimanya itu. Dia tidak percaya kalau Wookie sudah meninggal. Apalagi secepat ini, saat Kyu belum melakukan apapun untuknya. Kyu ingin sekali bisa menangis, tapi hatinya terlalu sakit untuk bisa mengeluarkan kesedihan dalam bentuk apapun. SMS itu telah menjadi bukti nyata kalau apapun yang Kyu lakukan, dia tidak akan bisa mendapatkan cinta Wookie.
           
Tlh mnggal jm 1 tgl 7 bln 10 thn 2010
Kim Ryeowook
D rmh skt malaka
Mhon maaf atz sgla kslhan yg tlh d’lkkan
O/ adq kmi t’cnta
Baik sgja mwpun tdk
Mhn doa’y agr adq kmi t’cnta m’dpt t4 yg mulia d si”y

 Saat menerima sms itu untuk pertama kalinya, Kyu hanya bisa membaca ulang sms yang beberapa menit sebelumnya pernah dikirimnya pada Wookie. Sms yang Kyu harap bisa dibaca Wookie dan kemudian yeoja itu akan berteriak padanya seperti biasa di sekolah saat mengatakan betapa dia membenci cara menyatakan cinta yang sok romantis itu. Dan Kyu akan melakukan apapun agar Wookie menerima perasaannya.
           
            kau mungkin tak akan pernah sadar
arti hadirmu dalam ruang hatiku
            tapi kini kukatakan padamu
            kau akan selalu ada dihatiku
menempati ruang yang teristimewa
            karena kau datang saat ku hampa
membalut luka di hati yang dalam
            saat diri tenggelam
ditelan kebencian yang dalam
            hadirmu sangat berarti bagiku
karena hadirmu adalah kebahagiaanku
            tanpa hadirmu disisiku dunia terasa hampa
dirimu lebih penting dari dunia
hatimu lebih berharga dari hatiku
senyummu lebih bernilai dari hidupku
            akan kutunggu sampai matahari berhenti bersinar
            bumi berhenti berputar, angin tak lagi berhembus
            jawaban apa yang akan kau berikan

            Kyuhyun tahu, sampai kapan pun Wookie gak akan pernah bisa memberinya jawaban. Wookie memilih berjuang melawan apapun penyakit yang dideritanya sendirian tanpa teman berbagi. Bahkan Wookie memilih untuk tidak berpamitan pada Kyu sebelum keberangkatannya ke Jakarta. Tapi ternyata dugaan Kyu salah, jawaban itu datang di saat ia ulang tahun dua bulan kemudian, Kyu mendapat sebuah hadiah tanpa nama pengirim yang berisi diary Wookie. Hadiah yang tidak akan pernah Kyu lupakan seumur hidupnya. Hadiah pertama serta terakhir dari orang yang dicintainya. Dan pada lembar terakhirnya…

            Saengil chukkae, Kyuhyun…. Mianhae, karena aku gak bisa ngucapinnya secara langsung, tapi… Aku ingin kau tahu satu hal… Sarangheo... Aku mungkin salah karena tidak mengatakan apa-apa padamu sebagai ucapan terakhir... Tapi melakukan semua itu akan membuatku berat meninggalkanmu. Hanya kau orang yang tidak ingin aku buat sedih. Jangan bersedih karena kepergianku... Aku yakin kalau ini adalah yang terbaik... Sampai kapan pun, kau akan selalu ada dalam hatiku… Aku tidak pernah berharap kau akan membalas apapun yang aku rasakan, karena aku cukup bahagia dengan hidupku yang sesaat ini. Aku bahagia karena dalam waktu yang singkat ini aku bisa mengenalmu... Raihlah kebahagiaanmu bersama orang-orang yang kau cintai, karena aku akan bahagia bila kau bahagia… Selamat tinggal cinta… Selamat tinggal Kyu sayang….
***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar