Namja : kyuhyun, leeteuk,
Yeoja : wookie, chullie,
Ponsel keluaran terbaru itu sukses mendarat manis dan tercerai berai saat Kyuhyun berlari keluar dari kelasnya setelah mendapat telpon dari Amma-nya. Kyuhyun melompati beberapa anak tangga sekaligus supaya dia bisa cepat sampai ke parkiran, tempat mobil kesayangannya terlindung dari panasnya matahari.
“Kyu oppa??”panggil sebuah suara lembut yang langsung membuat Kyu menghentikan langkahnya dan mencari si pemilik suara.
Seorang yeoja mungil berdiri tidak jauh dari pintu keluar menuju parkiran. “Ah, Wookie-ssi.”ucap Kyuhyun spontan.
“Mau kemana?”tanya yeoja bernama Kim Ryeowook itu.
Kyuhyun berjalan mendekati Wookie dan meremas bahu Wookie lembut, “Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang. Aku buru-buru. Sampai jumpa nanti malam.”pamit Kyu yang langsung keluar dari gedung menuju mobilnya. Wookie hanya menatap kepergian Kyuhyun dengan bingung.
“Ada apa ya??”gumam Wookie dengan tanda tanya besar dalam kepalanya.
Selama perjalanan menuju Pyongwon, Kyuhyun tidak henti-hentinya memikirkan Hyung-nya. “Mustahil orang seperti Hyung bisa kecelakaan karena mengebut di jalan.”gumam Kyuhyun sambil terus menambah kecepatan mobilnya.
Begitu tiba di Pyongwon, Kyuhyun bahkan tidak memarkirkan mobilnya dengan benar, dia langsung berlari memasuki ruang gawat darurat dan mencari Hyung-nya. Dan ternyata benar. Di sudut ruangan, terlihat kerumunan orang, dan Kyuhyun mengenal semuanya. Di satu sisi tempat tidur, Amma-nya terlihat sedang berdoa untuk keselamatan Hyung-nya, sementara di tempat tidur lain, keluarga Kim terlihat mengelilingi tempat tidur tempat anak tunggal mereka terbaring lemah. Kyuhyun berjalan pelan menghampiri Amma-nya.
“Apa yang sebenarnya terjadi?”tanya Kyuhyun pelan agar Amma-nya tidak terkejut dengan kehadirannya.
“Ah, Kyuhyun-ah… Leeteuk dan Chullie… Mereka… Mereka kecelakaan… Sebuah mobil barang hilang kendali dan kemudian menabrak mereka… Sejak dibawa kesini mereka belum sadarkan diri…”ucap Mrs. Park pelan.
Kyuhyun sangat memahami situasinya sekarang. Hyung-nya bukan tipe orang yang gila kecepatan, dan juga bukan orang yang ceroboh walaupun ada banyak kebodohan lain yang dimiliki hyung-nya itu. Dan Amma-nya memang sangat menyayangi Hyung-nya daripada Kyu sendiri. “Bagaimana keadaan Chullie-ssi, Amma??”
“Hyung-mu yang parah. Dia mengalami benturan hebat di kepalanya, dokter sudah melakukan banyak pemeriksaan dan sekarang Amma disuruh menunggu hasil dan menunggu Hyung-mu sadar. Chullie-ssi hanya mengalami benturan ringan dan sedikit luka diwajahnya, dokter bilang itu bisa di operasi untuk menghilangkan bekas lukanya.”
“Kalau begitu, Amma jangan cemas lagi. Kita turuti saja perintah dokter dan menunggu Hyung sadar.”ujar Kyuhyun tenang.
“Mianhae, Wookie-ssi. Kita tidak bisa keluar malam ini. Leeteuk kecelakaan, dan sampai sekarang dia belum sadar juga.”ujar Kyuhyun pada seseorang di seberang sana.
“Aku mengerti. Semoga Leeteuk oppa segera sembuh…”sahut Wookie penuh pengertian.
Kyuhyun tersenyum lega. “Wookie-ssi???”
“Ne???”
“Saranghae…”
“Nado saranghae oppa…”
“Besok aku akan menghubungimu lagi… Bye…”ucap Kyuhyun sebelum memutuskan sambungan telpon.
Kyuhyun duduk di dekat jendela kamar perawatan Leeteuk dan menatap indahnya cahaya lampu kota. “Kyuhyun-ah…”panggil sebuah suara lemah.
Kyuhyun benar-benar terkejut mendengar namanya dipanggil. Dia berbalik dan mendapati Hyung-nya bergerak resah di tempat tidur. Dengan satu gerakan cepat Kyu sudah berada disisi tempat tidur untuk membantu Leeteuk. “Kau sudah sadar, hyung???”tanya Kyu cepat sambil menekan tombol di sisi tempat tidur untuk memanggil perawat.
“Dimana aku??”tanya Leeteuk lemah.
“Ini Pyongwon, hyung. Kau dan Chullie-ssi kecelakaan mobil tadi siang.”
“Ah, aku ingat… Ada sebuah mobil besar yang tiba-tiba menabrakku. Tapi siapa itu Chullie??”tanya Leeteuk bingung.
Kyuhyun mengira kalau Leeteuk sudah sepenuhnya sadar dan hanya ingin mempermainkannya. “Sudahlah, hyung. Jangan bermain lagi.”tegur Kyuhyun malas.
“Aku tidak main-main, Kyuhyun.”jawab Leeteuk lemah.
Kyuhyun benar-benar seperti tersambar petir. Bagaimana mungkin hyung-nya tidak ingat pada Chullie?? “Hyung, aku siapa??”tanya Kyuhyun memastikan.
“Kyuhyun, jangan main-main. Aku tahu kau siapa, kau adikku.”tegur Leeteuk mulai tidak sabar.
Kyuhyun mengeluarkan selembar foto dari dompetnya dan memperlihatkan foto itu pada Leeteuk. “Sebutkan semua orang yang ada di foto itu.”ujar Kyu datar.
“Ah, ternyata kau masih menyimpannya… Ini foto terakhir kita bersama appa sebulan sebelum appa meninggal…”gumam Leeteuk.
Kyuhyun masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Leeteuk bisa mengingat semuanya, kecuali Chullie!! Dan tepat pada saat itu seorang dokter dan dua orang perawat memasuki kamar Leeteuk.
Dokter langsung memeriksa Leeteuk secermat mungkin. Leeteuk diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang ternyata bisa dijawabnya dengan sempurna. “Sepertinya tidak ada masalah, tapi kita tetap harus melihat perkembangannya selama beberapa hari ini. Ada yang ingin ditanyakan?”ujar dokter itu ramah.
“Ada yang ingin saya tanyakan.”ujar Kyuhyun serius sambil berjalan keluar dari kamar.
Dokter itu tersenyum pada Leeteuk sebelum keluar mengikuti Kyuhyun.
“Saya rasa ada masalah dengan Hyung. Mungkin dia bisa menjawab semua yang anda tanyakan, tapi dia tidak bisa mengenali seseorang.”ujar Kyu to the point.
“Maksud anda apa?”tanya dokter itu balik.
“Hyung sama sekali tidak ingat dia kecelakaan bersama siapa. Dan bukan itu saja, dia bahkan sama sekali tidak mengenali kekasih yang nyaris jadi tunangannya!”jelas Kyuhyun yang akhirnya sampai pada batas akhir tingkat kesabarannya.
“Maaf, saya melewatkan kemungkinan itu. Lebih baik biarkan saja dia istirahat malam ini, dan besok pagi setelah mempelajari hasil pemeriksaan penunjangnya, saya akan melakukan pemeriksaan fisik sekali lagi untuk memastikannya.”janji dokter itu.
***
Seminggu penuh Leeteuk di rawat di rumah sakit dan menjalani berbagai macam pemeriksaan. Tapi memang tidak ada masalah apapun pada tubuhnya, kecuali ingatannya. Leeteuk positif mengalami amnesia.
“Dengar, aku sama sekali tidak ingin ada orang lain yang mengetahui masalah ini, terutama Heechul. Jangan katakan apapun padanya sampai aku yang mengatakannya sendiri. Biarkan saja dia mengira kalau aku membencinya atau apapun itu. Kalian harus janji padaku.”ujar Leeteuk begitu dia tiba di rumah setelah diizinkan pulang oleh dokter.
“Kau tidak bisa seperti ini, Hyung! Chullie kekasihmu dan aku yakin kalau dia ingin tahu keadaanmu yang sebenarnya!!”balas Kyuhyun tidak kalah tegas.
“Kau sama sekali tidak mengerti!!”teriak Leeteuk.
“Kau yang tidak mengerti, babo!!”
“Apa yang kau rasakan kalau orang yang kau cinta tiba-tiba melupakanmu??”tanya Leeteuk pelan.
Kyuhyun terdiam. “Tentu saja sakit, Hyung.”
“Nah, itulah yang aku takutkan…”
“Tapi, hyung… Akan jauh lebih sakit kalau orang yang kucintai berbohong padaku.”
“Dengar, Kyu… Tidak ada untungnya buat Chullie terus bersamaku sementara aku sama sekali tidak mengingatnya. Akan lebih baik kalau dia membenciku dan mencari cintanya yang lain. Dan kulihat belakangan ini kau cukup sering menjenguknya…”
“Aku menjenguknya karena kau tidak melakukan itu. Aku kesana karena dia memintaku untuk menceritakan keadaanmu. Dia sama sekali belum bisa keluar rumah kalau operasi wajahnya belum dilakukan. Itu semua dilakukannya demi kau, Hyung! Seandainya saja dia tidak memilihmu…”
“Kau menyukainya??”tanya Leeteuk yang tanpa rasa bersalah, tersenyum menggoda adiknya.
“Ya, aku menyukainya, hanya laki-laki bodoh yang tidak menyukai Chullie.”jawab Kyuhyun asal lalu meninggalkan Leeteuk sendiri di ruang keluarga.
Hari demi hari berlalu, sama sekali tidak ada kemajuan dalam ingatan Leeteuk tentang Chullie dan itu semakin membuat Kyuhyun frustasi. Rasa sayangnya pada Leeteuk dan Chullie membuat Kyuhyun lebih sering menjenguk Chullie daripada menghabiskan waktu bersama Wookie. Dan tidak terasa akhirnya waktu sudah berlalu tiga bulan. Operasi wajah yang Chullie lakukan sukses besar, sama sekali tidak terlihat kalau ada bekas pecahan kaca di wajah cantik yeoja itu. Selama proses penyembuhan itu, hampir setiap hari Kyuhyun menemani Chullie di Pyongwoon, hal yang Kyuhyun lakukan demi menjaga hati Chullie agar tidak hancur kalau saja yeoja itu mengetahui tak ada lagi tempatnya dalam kehidupan Leeteuk.
Ternyata hubungan Chullie dan Leeteuk selama ini disembunyikan dari warga kampus, sehingga begitu melihat Kyuhyun cukup dekat dengan Chullie, mereka berdua langsung diresmikan sebagai pasangan. Dan tentu saja, ada seorang yeoja yang sakit hati karenanya.
“Wookie-ssi???”panggil Kyuhyun lembut saat akhirnya Kyuhyun bisa menghabiskan waktu makan siang bersama Wookie di sebuah restoran.
“Ne?”
“Apa kau marah??”tanya Kyuhyun cemas.
“Aniyo, oppa. Aku tahu kalau kau melakukan ini untuk Leeteuk oppa.”
“Jeongmal gomawo, Wookie.”ucap Kyuhyun serius. “Aku terus berdoa semoga ingatan hyung cepat kembali. Kita berdua tahu kalau mereka sama-sama saling mencintai. Hyung yang dulu pernah patah hati akhirnya menemukan cintanya lagi bersama Chullie, jadi aku benar-benar tidak rela kalau mereka harus berakhir seperti ini.”
“Lalu, sebenarnya apa yang kau rencanakan oppa??”
“Aku ingin membuat Hyung kembali menyukai Chullie. Laki-laki itu egois, Wookie.. Saat sesuatu yang dia rasa adalah miliknya, dan bila ‘itu’ direbut oleh laki-laki lain, dia pasti akan berusaha mempertahankannya.”
“Tapi, oppa… Bukankah ini akan terlihat seperti kau mempermainkan Chullie oenni??”tanya Wookie cemas.
Kyuhyun menggenggam tangan Wookie lembut, “Setelah Amma dan Hyung, kau adalah orang yang paling kusayangi, Wookie-ssi. Terserah orang lain mau menganggap apa, kalau itu bisa membahagiakan keluargaku, akan kulakukan. Dan dalam hal ini aku hanya butuh dukunganmu, Wookie.”
“Sejujurnya, aku sama sekali tidak ingin mendukungmu, oppa… Tapi aku percaya kalau kau mencintai aku.”bisik Wookie lirih.
“Jangan menangis, Wookie. Aku yakin kalau ini tidak akan lama. Hyung pasti akan mengingat semuanya kembali.”
Wookie mengelap airmatanya, “Aku harap memang seperti itu.”
“Jeongmal gomawo, Wookie-ssi…”
***
Beberapa minggu pertama setelah Chullie kembali ke kampus, Kyuhyun selalu terlihat bersama yeoja cantik itu. Keadaan yang membuat status mereka memang pantas dikatakan berpacaran. Tapi hanya Kyuhyun dan Wookie yang tahu apa maksud dari kedekatan itu.
Ternyata apa yang Kyuhyun rencanakan tidak berjalan sempurna. Chullie memang tidak menyukainya, dan Chullie juga sudah mengatakan kalau dia tidak akan bisa mencintai namja manapun selain Leeteuk. Tapi itu semua baru dari sisi Chullie.
Leeteuk sama sekali tidak mengingat apapun bahkan setelah dua tahun kemudian. Dan Kyuhyun yang terlanjur turun tangan dalam masalah ini tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Hubungannya dengan Wookie-ssi sudah selesai setahun yang lalu karena Wookie-ssi yang memintanya. Kyuhyun benar-benar frustasi melihat hyung-nya yang tidak kunjung mengingat sedikitpun kenangannya bersama Chullie.
Sampai suatu malam, Kyuhyun dipanggil oleh amma-nya untuk berbicara empat mata di ruang kerja amma-nya.
“Apalagi yang bisa kulakukan, Amma? Hyung sama sekali tidak bisa mengingat apapun tentang Chullie, dan kalau hubungan keluarga kita dan Chullie diputuskan begitu saja, aku tidak yakin orangtua Chullie akan senang. Yang mereka tahu adalah anak dari keluarga ini nantinya akan menikah dengan anak perempuan mereka.”
“Kalau kau setuju, Amma akan menyetujui usul Mrs. Kim untuk melaksanakan pertunangan kalian. Mr. dan Mrs. Kim sudah sangat ingin memperkenalkan calon menantu mereka pada kerabat mereka yang lain.”
“Aku akan menyetujuinya, tapi tidak dalam waktu dekat ini. Aku baru saja mendapatkan beasiswa ke MIT…”
“Bukan masalah, anakku. Pertunangan masih bisa kita lakukan sebelum kau berangkat.”
***
Kyuhyun semakin bingung dengan keputusan yang akan diambilnya, dan kekesalannya juga semakin memuncak saat mengetahui kalau Leeteuk sekarang cukup dekat dengan seorang yeoja bernama Minjee. Belum lagi hampir setiap saat Chullie bertanya apa hubungan Leeteuk dengan Minjee. Dan masalah Kyuhyun semakin bertambah berat setiap kali dia bertemu dengan Wookie. Dia ingin sekali bisa bicara dengan yeoja itu, memeluknya, dan berbagi apapun yang dulu sering mereka lakukan. Belum lagi kenyataan kalau kedua orang tua Chullie setuju saja dengan pertunangan mereka yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi!!
Dan hari ini, entah kenapa Kyuhyun ingin memastikan sesuatu pada Leeteuk. Dia berusaha mencari hyung-nya ke sekeliling kampus sampai ke perpustakaan.
“Hyung???”panggil Kyuhyun sambil berkeliling perpustakaan kampus. Kyuhyun mengedarkan pandangan ke seluruh arah tapi tetap saja tidak mendapati hyung-nya dimanapun. Tepat saat Kyuhyun akan berbalik, seorang gadis mungil menabraknya.
“Ah, mianhae…”ucap gadis itu tanpa memperhatikan siapa yang dia tabrak.
“Kwaenchana..”balas pemuda itu datar.
Mendengar suara si pemuda, gadis mungil itu langsung mendongakkan kepalanya. “OMO! Kyu oppa!”seru gadis itu seakan lupa kalau mereka sedang di perpustakaan.
“Ssssttttt….”bisik Kyu. “Wookie-ssi, apa kamu ada lihat Leeteuk?”tanya Kyu cepat.
“Ah, sepertinya aku melihat oppa tadi naik ke ruang audio. Ada apa??”
“Hanya ingin membicarakan sesuatu. Gomawo…”ujar Kyuhyun yang langsung pergi begitu saja.
Kyuhyun berlari menuju ruang audio di lantai 3. Dan begitu sampai disana, Kyuhyun mendapati Leeteuk sedang memainkan piano. Kyuhyun selalu menyukai saat-saat dimana Leeteuk sedang bermain piano, karena pada saat itu, Hyung-nya terlihat sangat jujur dan perasaan Hyung-nya bisa dirasakan oleh siapa saja yang mendengar permainan pianonya. Kyuhyun memilih untuk berdiri diam sampai Leeteuk selesai.
“Ah, Kyu.. Ada apa?”tanya Leeteuk saat mendapati adiknya berdiri di dekat pintu audio.
“Minggu depan aku akan berangkat, Hyung. Dan Amma meminta pertunanganku dilakukan sebelum aku berangkat.”ujar Kyuhyun datar.
“Lalu, apa yang menjadi masalah?”tanya Leeteuk.
Tiba-tiba Kyuhyun bergerak cepat dan berdiri tepat di hadapan Leeteuk. “Kau yakin tidak ada masalah dengan pertunangan ini? Kau yakin, Hyung??”tanya Kyuhyun nyaris berteriak.
Leeteuk berdiri, dan kemudian menepuk pelan bahu adiknya itu. “Jeongmal mianhae, Kyu. Aku tetap tidak bisa. Akan lebih baik kalau kau yang bertunangan dengannya. Dia pasti lebih bahagia denganmu.”ujar Leeteuk datar.
“Kau tidak perlu menanyakan apapun lagi padanya, Kyu. Yang akan bertunangan adalah kita. Dan ini tidak ada hubungannya dengan Hyung-mu.”ujar sebuah suara terdengar begitu dingin dari arah pintu.
Leeteuk dan Kyuhyun langsung mengalihkan pandangan menuju sumber suara dan mendapati keberadaan Chullie disana. “Tapi, Chullie-ssi…”sela Kyuhyun masih ingin memastikan sesuatu.
“Tidak akan ada yang berubah, Kyu. Lebih baik kita pergi sekarang untuk membeli pakaian. Berbicara dengan hyung-mu selalu menguras emosiku.”jawab Chullie seakan tidak ingin dibantah lagi dan bersiap keluar dari ruang audio kalau saja Leeteuk tidak menahan tangannya.
Kyuhyun hanya memperhatikan keduanya dalam diam. Dan kemudian diapun ikut keluar dari ruang audio. “Aish! Kenapa mereka berdua malah seperti ini???”geram Kyuhyun kesal.
***
Tanpa terasa hari pertunangan pun tiba, tapi Kyuhyun sama sekali belum bersedia memulai acara. Dia terus mencari Leeteuk, berharap Leeteuk akan menghentikannya bertunangan dengan Chullie. Tapi lagi-lagi harapan Kyuhyun hanya harapan kosong, Leeteuk tidak pernah datang ke acara pertunangannya sampai sebuah berita kembali membuat Kyuhyun merusak ponselnya.
Leeteuk kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit. Bahkan Leeteuk belum boleh keluar dari kamar saat hari keberangkatannya.
“Hyung, aku benar-benar tidak ingin mendengar kau kecelakaan lagi. Dan aku harap kecelakaan ini mengembalikan apa yang pernah hilang darimu… Hyung, carilah ingatanmu lagi sebelum semuanya terlambat…”ucap Kyuhyun tepat sebelum dia meninggalkan kamar perawatan Leeteuk pagi itu dan segera ke bandara.
Setibanya di Massachusetts, Kyuhyun menelpon Amma-nya.
“Yoboseyo??”sahut suara lembut di seberang.
“Amma??”panggil Kyuhyun.
“Kyuhyun-ah?? Kau sudah sampai anakku??”tanya Mrs. Park cepat.
“Ne, Amma. Aku sekarang baru saja sampai di apartemen. Bagaimana keadaan Hyung?”
“Tiga hari lagi mungkin dia sudah bisa pulang. Kapan kuliahmu akan dimulai??”
“Entahlah… Besok aku baru akan kekampus untuk memastikannya…”
“Baiklah… Jaga dirimu disana dan jangan lupa menelpon setiap hari. Amma tidak ingin kau sakit selama disana.”
“Arasso.. Tto poepketsumnida, Amma…”ucap Kyuhyun sebelum memutuskan sambungan telpon.
Kyuhyun berdiri di jendela apartemennya sambil memandang pemandangan indah malam hari di Massachusetts. Pikirannya tidak lagi berada di tempat yang seharusnya. Kata-kata terakhir Wookie sebelum memutuskan hubungan mereka setahun yang lalu selalu terkenang indah dalam ingatannya.
“Saranghae oppa… Tapi, aku tidak cukup kuat untuk melihatmu bersama Chullie… Aku takut kalau suatu saat perasaanmu akan berubah… Bukan berarti aku tidak mempercayaimu, tapi aku tidak mempercayai hatiku sendiri apakah sanggup melihatmu bersama yeoja lain atau tidak…”
Dua hari kemudian, lagi-lagi Kyuhyun mendapat telpon dari seseorang dan kali ini yang menelpon adalah Wookie.
“Ah, akhirnya kau menelponku juga, Wookie-ssi…”
“Ne, oppa… Aku menelpon karena ada yang harus kukatakan.”
“Katakan saja…”
“Beberapa minggu ini aku sudah memikirkannya… Kau dan Chullie oenni terlihat sangat cocok, dan sama sekali tidak ada perbedaan diantara kalian.”
“Apa sebenarnya yang ingin kau katakana, Kim Ryeowook???”tanya Kyuhyun yang sepertinya sudah menduga kemana arah pembicaraan ini.
“Aku benar-benar akan melepasmu, oppa… Kau terlihat bahagia bersama Chullie oenni, dan hanya itu yang kuinginkan, melihatmu bahagia. Walaupun hati ini akan hancur melihatmu bersamanya, tapi aku rasa aku akan sanggup bertahan. Oppa, sarangheo… Semoga kau bahagia bersamanya…”ujar Wookie yang langsung memutuskan sambungan bahkan sebelum Kyuhyun sempat mengatakan apapun.
Kyuhyun terdiam menatap ponselnya. Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. “Kalau taruhannya adalah airmata Wookie, aku berjanji akan membuatmu membayarnya hyung.”gumam Kyuhyun sambil berusaha menelpon seseorang.
Hampir sejam lamanya Kyuhyun berbicara di telpon dan menginstruksikan beberapa hal. Tapi satu kalimat terakhir dari orang itu membuat Kyuhyun benar-benar ingin mencekik Leeteuk saat itu juga.
“Wookie-ssi mengundurkan diri dari kampus dan tidak ada seorangpun yang tahu dimana dia…”ujar suara diseberang.
***
Kyuhyun memandang bekas kampusnya dengan seksama. Dulu dia dan Wookie sering makan bersama di atap atau di halaman belakang kampus. Tapi sekarang, tempat-tempat itu hanya penuh dengan kenangan kosong. “Dimana sebenarnya kau sekarang, Kim Ryeowook??”gumam Kyuhyun tepat saat sebuah mobil melintasinya di gerbang kampus. Dan Kyuhyun mengenal mobil itu.
Bersykur karena dia mengenakan topi dan kacamata, Kyuhyun mendekati mobil itu dan menguping sepenggal pembicaraan mereka. Dan Kyuhyun tahu apa yang harus dia lakukan setelah itu.
Kyuhyun sudah mendengar semua pembicaraan di dalam ruangan di rumahnya itu dari dalam kamarnya, Kyuhyun bersyukur karena dia membawa kunci rumah saat pamit pergi beberapa hari yang lalu. Dan dia yakin kalau seseorang akan berbuat bodoh pada akhirnya. Dan untuk kali ini Kyuhyun benar. Chullie bergerak melepaskan pelukan Leeteuk dan menatap Leeteuk penuh arti. “Gomawo oppa, karena akhirnya kau mengingatku lagi. Jeongmal gomawo karena kau masih mencintaiku seperti aku mencintaimu. Dan aku yakin kita akan tetap bisa menjaga cinta ini walaupun kita berpisah… Mianhae oppa, aku tidak bisa menyakiti keluargaku ataupun membuat malu keluargamu. Hubungan kita cukup sampai disini. Aku akan tetap melanjutkan statusku sebagai tunangan Kyuhyun…”ujar Chullie sedikit terbata sambil berusaha melepas kalung pemberian Leeteuk di lehernya.
Kyuhyun memutuskan sudah saatnya dia keluar. Dan dia langsung menahan tangan Chullie begitu yeoja itu ingin melepas kalung pemberian Leeteuk.“Aku sudah tahu akan berakhir seperti ini. Untung saja belum mulai kuliah disana.”ujar Kyuhyun.
“Apa yang kau lakukan disini, Kyu??”tanya Leeteuk tidak percaya saat melihat Kyu berjalan ke hadapan Chullie.
“Seharusnya aku yang bertanya, Hyung. Apa yang kau lakukan sampai harus membutuhkan waktu 2 tahun dan sebuah kecelakaan lagi sampai akhirnya kau mengingat bahwa ada seorang yeoja yang selalu mencintaimu!? Aish, malunya aku punya hyung babo.”geram Kyu. “Jangan pernah melepaskan kalung itu kalau kau tidak sanggup berpisah dengan Hyung, Chullie. Akan lebih baik kalau yang kau lepas adalah ini.”sambung Kyu sambil menarik tangan Chullie dan melepaskan cincin pertunangan mereka.
“Mianhae semuanya. Aku sudah mengira kalau hal ini akan terjadi. Dan aku bersyukur ternyata Hyung sembuh sebelum kami menikah. Dari awal perjodohan ini aku sudah berniat untuk mengembalikan Chullie pada Hyung kalau ingatan Hyung sudah kembali dan mereka masih saling mencintai. Aku rasa kalau begini tidak akan ada yang terluka, bukan??”
“Bagaimana denganmu?? Hyung tahu kalau kau selama ini menyukai Chullie.”tanya Leeteuk cemas.
Tiba-tiba Kyuhyun tertawa. “Aku tidak menyangka kalau kau benar-benar babo, Hyung. Aku hanya mengagumi Chullie, kenapa dia mau bersamamu dan mencintaimu… Aku tidak pernah mencintai Chullie karena aku sudah mencintai seorang yeoja yang bersedia melepasku seandainya kau tetap tidak mengingat Chullie, Hyung. Dan kalau itu terjadi, tenang saja karena aku akan membalas dendam, masa depanku yang menjadi taruhannya.”jawab Kyu santai.
“Tunggu… Kau tidak bisa memutuskan semua seperti ini, Kyuhyun! Dan Amma sama sekali tidak suka melihat kelakuanmu yang meninggalkan kampus begitu saja seperti ini. Masalah ini tidak semudah yang kau katakan.”sela Mrs. Park tegas.
“Masalah ini sama mudah dengan masalah yang biasa Amma hadapi di kantor. Baru kali ini aku mendengar Amma pesimis sebelum melakukan sesuatu. Dan Amma, aku mohon pikirkan kembali ini. Bukan hanya satu orang yang akan terluka kalau pertunangan ini tetap di lanjutkan tapi akan banyak sekali korban, Amma… Hyung, Chullie-ssi, aku, Wookie, dan mungkin masih banyak lagi…”jelas Kyu yang akhirnya mulai serius.
“Apa hubungan Wookie dengan masalah ini??”tanya Chullie dan Leeteuk bersamaan.
“Wookie adalah yeoja yang aku bilang tadi. Aku sangat mencintainya.”jawab Kyu tenang.
“Eghem… Saya rasa apa yang dibilang oleh Kyuhyun benar. Kami sangat menyukai anak-anak dari keluarga Park karena satu hal, mereka selalu bisa memilih keputusan yang bijak bahkan sejak mereka masih muda.”ujar Mr. Kim tenang lalu tersenyum pada Chullie, “Kami akan menyetujui apapun yang dipilih Chullie.
“Lalu, apa hanya untuk ini kau kembali kesini??”tanya Leeteuk penasaran.
Kyuhyun meletakkan kedua tangannya di leher Leeteuk seakan ingin mencekik Hyung-nya itu. “Aku benar-benar ingin mencekikmu saat ini Hyung.”gumam Kyuhyun yang kemudian malah memeluk Leeteuk. “Wookie menghilang… Doakan aku agar bisa menemukannya dan membereskan semua masalah ini.”bisik Kyuhyun nyaris pesimis.
Kyuhyun sebenarnya sudah ingin sekali memulai pencarian Wookie kalau saja Amma-nya tidak memaksa untuk tinggal sehari lagi di rumah. Dan untuk menghilangkan rasa bosan dan kecemasannya, Kyuhyun berjalan-jalan di pantai, tepat dia dan Wookie sering menghabiskan akhir minggu berdua.
Baru saja Kyuhyun menginjakkan kakinya di pantai, dia melihat sosok seseorang yang sangat dikenalnya.
“Siwon hyung!”panggil Kyu sambil menghampiri pemuda gagah yang sedang berlari di sepanjang bibir pantai.
“Kyuhyun?? Bukankah kau sedang di Massachusetts?? Apa yang kau lakukan disini??”tanya Siwon sambil mengatur nafasnya.
“Bagaimana bisa aku diam saja saat kau bilang kalau Wookie menghilang???”tanya Kyuhyun balik.
Tiba-tiba Siwon menjentikkan jarinya. “Untung saja kau kesini. Tadi, aku baru saja melihat Wookie-ssi di dekat sana.”ujar Siwon sambil menunjuk sebuah batu karang besar tidak jauh dari mereka.
“Kau yakin???”tanya Kyuhyun tidak percaya.
“Aku hampir saja mengira itu hantu kalau saja aku tidak mengenal wajahnya. Dia terlihat sangat kurus sekarang.”jawab Siwon yakin.
Tanpa mengucapkan terima kasih atau ucapan lainnya, Kyuhyun langsung berlari menuju tempat yang ditunjuk Siwon tadi. Tapi begitu Kyu tiba disana, jangankan Wookie, jejak yeoja itu bahkan tidak tertinggal. Kyuhyun mengambil batu kecil di dekat kakinya dan melemparnya ke laut.
“KEMANA KAU, KIM RYEWOOK??”teriak Kyu memecah keheningan malam di pantai itu.
“Apa yang kau lakukan disini, Kyu oppa?”tanya si pemilik nama yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang Kyu.
Kyuhyun langsung membalik tubuhnya dan secepat kilat menarik Wookie ke dalam pelukannya. “Jangan pergi dariku… Jangan pernah lakukan itu…”ucap Kyuhyun serak.
“Apa maksudmu, oppa?? Dan tolong lepaskan aku…”bisik Wookie.
Kyuhyun melepaskan pelukannya tapi dia sama sekali tidak melepaskan tangan Wookie dari genggamannya. “Aku tidak tahu harus mulai dari mana yang jelas, jangan pernah meninggalkan aku seperti ini. Jangan pernah menghilang tanpa kabar seperti ini… Kau membuatku nyaris mati begitu memikirkan kalau kau akan meninggalkanku.”
“Aku tidak akan mungkin meninggalkanmu, Oppa… Hati ini akan selalu menjadi milikmu… Tapi keadaan sama sekali tidak memungkinkan kita untuk bersama oppa…”balas Wookie tiba-tiba menangis.
“Jangan menangis… Jangan menangis… Aku tidak tahu apa yang kau maksud dengan keadaan ini, tapi aku dan Chullie saat ini tidak ada hubungan apapun… Kalau saja kau bersedia menunggu dan tidak menghilang seperti ini, kau akan lihat sendiri kalau Hyung sudah menemukan kembali ingatannya…”
“Apa yang baru saja kau katakana, oppa???”tanya Wookie tidak percaya.
“Tidak perlu apa yang kukatan tadi… Yang paling penting adalah, apakah kau bersedia menikah denganku???”tanya Kyuhyun tiba-tiba.
“Oppa! Bukankah ini terlalu tiba-tiba???”
“Tidak ada kata tiba-tiba kalau aku mengingat kau bisa saja meninggalkanku kapanpun…”
Tiba-tiba Kyuhyun mulai menyanyikan sebuah lagu, yang membuat Wookie tidak bisa berhenti menangis bahagia.
Geudaereul saranghandaneun mal pyuhngsaeng maeil haejugo shipuh
Would you marry me? Nuhl saranghago akkimyuh saragago shipuh
Geudaega jami deul ddaemada nae pare jaewuhjugo shipuh
Would you marry me? Iruhn naui maeum huhrakhaejullae?
Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)
Nuhreul jikyuhjulge (My love)
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar