Namja: Leeteuk, Kyuhyun, Siwon
Yeoja : Heechull/Chullie, Wookie, Minjee
Nyaris tidak ada yang berbeda hari ini dengan hari-hari sebelumnya saat Leeteuk memasuki gerbang kampusnya kalau saja ban sepedanya tidak kempes mendadak. Leeteuk turun dari sepedanya dan memperhatikan ban depan sepedanya dengan seksama. Pemuda tampan itu hanya bisa menghela nafas panjang. Ada sebuah paku kecil menancap dengan manisnya di ban depan sepeda kesayangannya.
“Ada apa dengan sepedamu, Teuk?”tanya satpam saat melihat Leeteuk mendorong sepedanya menuju parkiran sepeda di dekat pohon rindang di sebelah lapangan basket.
“Ah, sedikit kecelakaan, Ahjussi…”jawab Leeteuk ringan seakan itu sama sekali bukan masalah baginya.
Satpam itu hanya tertawa pelan sambil memperhatikan Leeteuk memarkirkan sepedanya. Bagaimana tidak, Leeteuk termasuk pemuda yang sangat terkenal di kampus walaupun sehari-harinya pemuda itu hanya bersepeda ria kemanapun dia pergi. Tapi sepertinya hal itu tidak menghalangi para mahasiswi untuk memuja pemuda baik hati itu, termasuk Minjee yang kini sedang berjalan ke arah Leeteuk.
“Annyeonghaseyo, Leeteuk oppa?”sapa Minjee bersemangat.
“Annyeong, Minjee-ssi…”balas Leeteuk seramah mungkin tidak lupa dengan senyumnya yang mampu melelehkan antartika.
“Ada apa dengan sepedamu, oppa?”tanya Minjee sambil mengikuti Leeteuk berjalan menuju kantin.
Leeteuk hanya tersenyum penuh misteri tepat saat sebuah mobil sedan convertible membunyikan klakson dengan sangat nyaring di belakang mereka. Leeteuk dan Minjee serempak langsung menoleh ke belakang dan mendapati Chullie, mahasiswi paling kaya dikampus sedang membunyikan klakson nonstop. “HEI! Minggir dong, kalau pacaran jangan di jalan… Aish!”ujar Chullie dingin.
“Selalu saja…”gumam Leeteuk pelan lalu menarik tangan Minjee untuk minggir dari jalan yang akan dilalui Chullie.
Begitu Leeteuk dan Minjee memberikan jalan, Chullie langsung menginjak pedal gas. Chullie memperhatikan kedua orang itu melalui kaca spion, begitu juga dengan Leeteuk yang terus menatap mobil Chullie yang semakin lama semakin menjauh. Minjee menyadari pandangan Leeteuk yang tertuju pada Chullie, tapi gadis itu sama sekali tidak peduli, baginya yang penting adalah saat ini, saat dimana Leeteuk masih memegang tangannya.
“Sampai kapan kamu mau seperti ini, Leeteuk??? Dia harus tahu keadaanmu..”tanya seorang wanita paruh baya di sebuah cafĂ© pinggir jalan pada anak laki-laki tertuanya.
Lagi-lagi Leeteuk tersenyum, “Amma, bukankah kita sudah buat perjanjian?? Aku akan menepati janji itu kalau Amma juga menepatinya. Dia tidak akan tahu keadaanku sampai aku yang memberitahunya, dan tidak ada yang boleh melanggar perjanjian ini.”jawab Leeteuk tenang lalu meneguk jus strawberrynya.
“Adikmu akan segera pergi, Amma ingin semuanya beres sebelum keberangkatan Kyu. Bagaimana kabar Chullie??”
Kali ini senyum menghilang dari wajah tampan Leeteuk. Dia langsung duduk rapi, “Seperti biasa, Amma. Chullie-ssi baik-baik saja.”jawab Leeteuk terdengar tegang.
“Bagus. Kalau begitu Amma pulang dulu. Ingat Leeteuk, masalah ini tidak bisa disimpan selamanya.”tegas Mrs. Park benar-benar serius.
“Ne, Amma.”jawab Leeteuk singkat sambil memperhatikan kepergian Amma-nya. ”Aku masih belum bisa mengingatnya…”gumam Leeteuk sambil berjalan menuju halte bis.
***
Chullie memandang wajahnya di depan cermin. Bekas luka akibat kecelakaan 2 tahun yang lalu memang tidak meninggalkan jejak sama sekali. Tapi sepertinya ada orang lain yang bahkan lebih mengingat detail kejadian itu lebih dari dirinya. “Dasar babo.”gumam Chullie kesal lalu menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Chullie memejamkan mata dan membayangkan wajah seorang pemuda. Pemuda tampan yang baik hati, tapi kini semakin lama, pemuda itu akan semakin jauh darinya. Tiba-tiba bulir air mata mengalir di pipinya.
“Aku bisa kehilangan apapun, asal kau tidak pergi dari hidupku…”sambil menyentuh kalung silver pemberian pemuda dalam ingatannya.
“Hyung???”panggil seorang pemuda sangat tampan sambil berkeliling perpustakaan kampus. Pemuda itu mengedarkan pandangan ke seluruh arah tapi tetap saja tidak mendapati hyung-nya dimanapun. Tepat saat pemuda itu akan berbalik, seorang gadis mungil menabraknya.
“Ah, mianhae…”ucap gadis itu tanpa memperhatikan siapa yang dia tabrak.
“Kwaenchana..”balas pemuda itu datar.
Mendengar suara si pemuda, gadis mungil itu langsung mendongakkan kepalanya. “OMO! Kyu oppa!”seru gadis itu seakan lupa kalau mereka sedang di perpustakaan.
“Ssssttttt….”bisik Kyu. “Wookie-ssi, apa kamu ada lihat Leeteuk?”tanya Kyu cepat.
“Ah, sepertinya aku melihat oppa tadi naik ke ruang audio. Ada apa??”
“Hanya ingin membicarakan sesuatu. Gomawo…”ujar Kyu yang langsung pergi begitu saja tanpa memperdulikan kalau Wookie masih ingin bicara dengannya.
Kyu berlari menuju ruang audio di lantai 3. Dan begitu sampai disana, Kyu mendapati Leeteuk sedang memainkan piano. Kyu selalu menyukai saat-saat dimana Leeteuk sedang bermain piano, karena pada saat itu, Hyung-nya terlihat sangat jujur dan perasaan Hyung-nya bisa dirasakan oleh siapa saja yang mendengar permainan pianonya. Kyu memilih untuk berdiri diam sampai Leeteuk selesai.
“Ah, Kyu.. Ada apa?”tanya Leeteuk saat mendapati adiknya berdiri di dekat pintu audio.
“Minggu depan aku akan berangkat, Hyung. Dan Amma meminta pertunanganku dilakukan sebelum aku berangkat.”ujar Kyu datar.
“Lalu, apa yang menjadi masalah?”tanya Leeteuk.
Tiba-tiba Kyu bergerak cepat dan berdiri tepat di hadapan Leeteuk. “Kau yakin tidak ada masalah dengan pertunangan ini? Kau yakin, Hyung??”tanya Kyu nyaris berteriak.
Leeteuk berdiri, dan kemudian menepuk pelan bahu adiknya itu. “Jeongmal mianhae, Kyu. Aku tetap tidak bisa. Akan lebih baik kalau kau yang bertunangan dengannya. Dia pasti lebih bahagia denganmu.”ujar Leeteuk datar.
“Kau tidak perlu menanyakan apapun lagi padanya, Kyu. Yang akan bertunangan adalah kita. Dan ini tidak ada hubungannya dengan Hyung-mu.”ujar sebuah suara terdengar begitu dingin dari arah pintu.
Leeteuk dan Kyuhyun langsung mengalihkan pandangan menuju sumber suara dan mendapati keberadaan Chullie disana. “Tapi, Chullie-ssi…”sela Kyuhyun masih ingin memastikan sesuatu.
“Tidak akan ada yang berubah, Kyu. Lebih baik kita pergi sekarang untuk membeli pakaian. Berbicara dengan hyung-mu selalu menguras emosiku.”jawab Chullie seakan tidak ingin dibantah lagi dan bersiap keluar dari ruang audio kalau saja Leeteuk tidak menahan tangannya.
“Chullie-ssi… Mianhae…”ucap Leeteuk tulus lalu melepaskan tangan Chullie.
***
Hari pertunangan akhirnya tiba. Hari ini tepat sehari sebelum keberangkatan Kyuhyun ke Amerika untuk meneruskan sekolahnya. Kyuhyun mendapatkan beasiswa Matematika di salah satu universitas terkemuka di salah satu Negara bagian Amerika.
Seluruh tamu undangan sudah hadir. Memang terlihat begitu banyak tamu di gedung sewaan itu, mengingat Chullie adalah anak tunggal dari pemilik perusahaan mobil ternama dan Kyuhyun adalah anak bungsu dari pemilik jaringan hotel besar. Tapi ada satu orang yang sangat dinanti kehadirannya dan sampai sekarang belum muncul.
“Apa kalian yakin sudah menelpon Hyung?”tanya Kyuhyun terdengar cemas karena terakhir kali ada kabar dari Hyung-nya adalah 3 jam lalu saat Kyu baru akan berangkat menuju gedung tempat acara dilangsungkan.
Para pegawai yang bekerja pada keluarga Park langsung mengangguk. “Ne.. Tapi sampai sekarang Tuan Leeteuk tidak bisa dihubungi.”jawab salah seorang dari 5 orang pegawai yang diberikan tugas untuk menjemput Leeteuk.
“Kalian pergi lihat lagi ke rumah, dan cari dia sampai ketemu. Acara ini tidak akan dimulai kalau Hyung belum datang!”tegas Kyuhyun.
“Acara ini akan kita mulai, Kyuhyun.”ujar Mrs. Park yang entah sejak kapan sudah berada seruangan dengan Kyu.
“Amma… Hyung belum datang. Bagaimana mungkin acara ini bisa kita mulai??”tanya Kyu cepat.
Mrs. Park tersenyum. “Amma yakin kalau dia akan datang. Kita harus menghormati para tamu yang sudah hadir. Kita tidak mungkin menundanya lebih lama lagi.”
Tepat saat cincin pertunangan sudah terpasang di jari Kyu dan Chullie, seorang pegawai menghampiri Mrs. Park dan membisikkan sesuatu. Ketenangan yang dimiliki Mrs. Park membuat tidak seorangpun orang disana yang menyadari sudah terjadi suatu masalah besar. Setelah memastikan kalau dia bisa meninggalkan pesta, Mrs. Park langsung keluar dari gedung dan meminta supirnya mengantarkan dia ke sebuah rumah sakit.
***
Leeteuk sama sekali tidak bisa mengantarkan Kyu ke bandara hari ini karena dia masih terbaring lemah di rumah sakit. Untuk kedua kalinya, Leeteuk nyaris kehilangan nyawa. Dan kecelakaan kali ini membuat semua hal berubah.
Leeteuk sedang menatap pemandangan di luar kamar rawatnya saat seorang yeoja memasuki kamarnya. “Annyeonghaseyo, Leeteuk oppa…”sapa Minjee dengan senyum cerah terukir di wajah manisnya.
“Ah, Minjee-ssi… Annyeong…”sahut Leeteuk sambil memutar kursi rodanya menghadap Minjee.
“Apa tidak ada yang menemanimu hari ini, oppa??”
“Tidak, semuanya sedang mengantar Kyu ke bandara. Aku rasa nanti mereka akan kesini dulu sebelum sibuk dengan urusan masing-masing.”jawab Leeteuk.
Dan benar saja, belum sempat Minjee menjawab apapun, pintu kamar Leeteuk kembali terbuka, dan kali ini yang masuk adalah Mrs. Park dan Chullie.
“Apa dokter sudah memeriksamu pagi ini??”tanya Mrs. Park sambil meletakkan sekeranjang buah di atas meja.
“Belum. Apa Amma tidak ke kantor??”tanya Leeteuk sambil sesekali melirik Chullie yang menatapnya dengan tatapan penuh arti.
Mrs. Park tersenyum pada Minjee dan kemudian berjalan mendekati anak sulungnya. “Amma harus memastikan kalau kau baik-baik saja hari ini supaya Amma tenang kerja di kantor. Tapi sepertinya Amma tidak perlu cemas karena ada Minjee dan Chullie yang akan menjagamu disini.”ucap Mrs. Park lembut sambil mengecup sayang dahi anak laki-lakinya, “Kalau begitu Amma pergi dulu. Jangan menyusahkan mereka, Leeteuk.”pesan Mrs. Park lalu tertawa renyah.
“Annyonghi kashipshiyo, amma…”ujar Leeteuk pelan sebelum Mrs. Park menghilang di balik pintu. Begitu pintu kamarnya tertutup, Leeteuk kembali menghadap Minjee. “Minjee-ssi, jeongmal gomawo, karena kau sudah menyempatkan diri kesini. Tapi aku ingin minta tolong satu hal…”
“Ne, oppa. Muosul towadurilkkayo??”sahut Minjee girang karena untuk pertama kalinya Leeteuk membutuhkan bantuannya.
“Tolong catatkan bahan kuliah selama aku gak masuk…”
“Ne, oppa. Tentu saja. Kalau begitu aku harus segera kembali ke kampus, karena jam 10 nanti ada kuliah… Tto poepketsumnida, oppa…”pamit Minjee dengan hati berbunga-bunga.
“Apa kau juga akan mengusirku, oppa??”tanya Chullie dingin sambil duduk di salah satu kursi.
Leeteuk menggeleng. “Aku melakukan ini karena aku sangat merindukanmu, Kim Heechul.”ujar Leeteuk yang langsung membuat wajah Chullie merona merah.
“Jangan main-main oppa! Dua tahun ini kau bahkan tidak pernah menyebut namaku, dan sekarang kau bilang merindukanku?? Apa sebenarnya yang kau inginkan!?”tanya Chullie berusaha dengan susah payah supaya tidak terdengar histeris.
“Itulah alasan kenapa aku ingin berdua saja dengamu, Chullie. Ada beberapa hal yang harus kujelaskan padamu, yang selama ini sama sekali tidak berani kukatakan.”
Tiba-tiba Chullie mulai menangis. “Jangan katakan apapun. Andwae, oppa… Aku tidak ingin mendengar apapun.”isak Chullie.
“Sampai kemarin aku amnesia sejak kita kecelakaan, Chullie.”ujar Leeteuk seakan tidak mendengar permintaan penuh airmata dari Chullie.
Pengakuan Leeteuk membuat Chullie sangat terkejut. Bagaimana mungkin dia bisa percaya kalau selama 2 tahun belakangan ini Leeteuk hilang ingatan?? Sikap pemuda itu pada yang lain biasa saja, dan hanya pada Chullie-lah Leeteuk berubah, dan sekarang setelah Chullie berusaha memulai hidupnya yang baru dengan menjadi tunangan Kyuhyun, Leeteuk kembali ke sifatnya yang semula.
“Apa kau berharap aku percaya??”tanya Chullie bergetar.
“Aku gak berani berharap banyak. Aku hanya ingin kau tahu, Chullie. Aku sama sekali tidak ingat apapun tentangmu waktu itu, tapi sekarang aku ingat semuanya yang kulakukan padamu selama 2 tahun terakhir ini, bahkan aku tahu kenyataan kalau kau sekarang adalah tunangan Kyu… Dan aku menyesali itu semua…”jawab Leeteuk datar.
Tiba-tiba Chullie berlari keluar dari kamar Leeteuk. Dia sama sekali tidak sanggup memikirkan kalau ternyata selama 2 tahun ini Leeteuk hilang ingatan dan itu yang membuat sikap Leeteuk berubah drastis padanya… Tapi, bukan itu masalahnya sekarang. Yang menjadi masalah adalah kenyataan kalau Chullie sekarang adalah tunangan Kyuhyun, adik dari Leeteuk sendiri.
***
Seminggu setelah Leeteuk keluar dari rumah sakit, pemuda itu benar-benar berubah, Leeteuk yang biasanya mengendarai sepeda kemanapun dia pergi, sekarang mengendarai mobilnya sendiri, Lamborghini Gallardo warna putih. Dan tentu saja semakin banyak yeoja yang memuja Leeteuk. Selain itu, Leeteuk juga sering sering pergi ke kampus bersama Chullie sejak dia diizinkan masuk kuliah lagi. Dan itu tentu saja mengundang pertanyaan dari banyak orang apa sebenarnya hubungan mereka. Chullie sendiri juga bingung dengan sikap yang harus dia ambil. Di satu sisi, Leeteuk adalah namja yang sangat dia cintai. Di sisi lain, Kyuhyun adalah adik Leeteuk sekaligus tunangannya.
“Aku ikut ke rumah nanti sore.”ujar Chullie saat Leeteuk mengantarkannya ke kampus.
“Waeyo???”tanya Leeteuk bingung.
“Kita tidak bisa seperti ini terus, oppa. Aku mencintaimu, lebih dari apapun yang bisa kau bayangkan oppa. Tempatmu di hati ini tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Tapi disaat yang sama, Kyuhyun adalah orang yang selalu bersamaku dua tahun ini dan dia adalah tunanganku. Aku ingin membuat segalanya menjadi jelas, oppa. Aku tidak ingin ada yang terluka nantinya.”jelas Chullie terdengar sedih.
Leeteuk meraih tangan Chullie dan menggenggamnya. “Jangan sedih, aku akan selalu berada disisimu..”bisik Leeteuk lembut.
Suasana ruang keluarga Park sudah sangat menegangkan. Disana sudah berkumpul Mrs. Park, Leeteuk, Chullie, dan kedua orangtua Chullie yang sengaja datang atas permintaan putri mereka. “Komapsumnida karena sudah menyempatkan diri untuk datang kesini. Dan, jeongmal mianhae karena sudah menyusahkan kalian semua. Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Jujur, aku ingin marah pada semua orang yang ada disini karena tidak memberitahuku kalau Leeteuk oppa dulu amnesia. Aku selalu menganggap dia membenciku sejak kecelakaan itu. Dan sekarang aku terjebak dalam pertunangan dengan Kyuhyun, adik dari namja yang sangat kucintai.
Aku benar-benar tidak bisa melepaskan Leeteuk oppa. Kami saling mencintai! Dan aku tidak ingin berpisah lagi dengannya… Aku tidak yakin apa aku sanggup berpisah dengannya…”ujar Chullie serius.
“Tapi, sayang, Amma dan Appa yakin kalau kamu ingat siapa tunanganmu saat ini…”ujar Mrs. Kim cepat. “Kami sebenarnya selalu menginginkan yang terbaik untukmu, tapi itu kalau kamu belum bertunangan dengan Kyuhyun.”
“Aku tahu itu, Amma…”bisik Chullie yang entah kenapa sudah mulai menangis. Secara otomatis Leeteuk langsung menarik Chullie ke dalam pelukannya.
“Jangan mendesaknya. Dia hanya berusaha untuk membuat pilihan. Beri dia waktu.”tegas Leeteuk sambil membelai lembut kepala Chullie.
Chullie bergerak melepaskan pelukan Leeteuk dan menatap Leeteuk penuh arti. “Gomawo oppa, karena akhirnya kau mengingatku lagi. Jeongmal gomawo karena kau masih mencintaiku seperti aku mencintaimu. Dan aku yakin kita akan tetap bisa menjaga cinta ini walaupun kita berpisah… Mianhae oppa, aku tidak bisa menyakiti keluargaku ataupun membuat malu keluargamu. Hubungan kita cukup sampai disini. Aku akan tetap melanjutkan statusku sebagai tunangan Kyuhyun…”ujar Chullie sedikit terbata sambil berusaha melepas kalung pemberian Leeteuk di lehernya.
Tiba-tiba sebuah tangan menahan tangan Chullie melepaskan kalung Leeteuk. “Aku sudah tahu akan berakhir seperti ini. Untung saja belum mulai kuliah disana.”ujar sebuah suara yang ternyata adalah milik Kyuhyun.
“Apa yang kau lakukan disini, Kyu??”tanya Leeteuk tidak percaya saat melihat Kyu berjalan ke hadapan Chullie.
“Seharusnya aku yang bertanya, Hyung. Apa yang kau lakukan sampai harus membutuhkan waktu 2 tahun dan sebuah kecelakaan lagi sampai akhirnya kau mengingat bahwa ada seorang yeoja yang selalu mencintaimu!? Aish, malunya aku punya hyung babo.”geram Kyu. “Jangan pernah melepaskan kalung itu kalau kau tidak sanggup berpisah dengan Hyung, Chullie. Akan lebih baik kalau yang kau lepas adalah ini.”sambung Kyu sambil menarik tangan Chullie dan melepaskan cincin pertunangan mereka.
“Mianhae semuanya. Aku sudah mengira kalau hal ini akan terjadi. Dan aku bersyukur ternyata Hyung sembuh sebelum kami menikah. Dari awal perjodohan ini aku sudah berniat untuk mengembalikan Chullie pada Hyung kalau ingatan Hyung sudah kembali dan mereka masih saling mencintai. Aku rasa kalau begini tidak akan ada yang terluka, bukan??”
“Bagaimana denganmu?? Hyung tahu kalau kau selama ini menyukai Chullie.”tanya Leeteuk cemas.
Tiba-tiba Kyuhyun tertawa. “Aku tidak menyangka kalau kau benar-benar babo, Hyung. Aku hanya mengagumi Chullie, kenapa dia mau bersamamu dan mencintaimu… Aku tidak pernah mencintai Chullie karena aku sudah mencintai seorang yeoja yang bersedia melepasku seandainya kau tetap tidak mengingat Chullie, Hyung. Dan kalau itu terjadi, tenang saja karena aku akan membalas dendam, masa depanku yang menjadi taruhannya.”jawab Kyu santai.
“Tunggu… Kau tidak bisa memutuskan semua seperti ini, Kyuhyun! Dan Amma sama sekali tidak suka melihat kelakuanmu yang meninggalkan kampus begitu saja seperti ini. Masalah ini tidak semudah yang kau katakan.”sela Mrs. Park tegas.
“Masalah ini sama mudah dengan masalah yang biasa Amma hadapi di kantor. Baru kali ini aku mendengar Amma pesimis sebelum melakukan sesuatu. Dan Amma, aku mohon pikirkan kembali ini. Bukan hanya satu orang yang akan terluka kalau pertunangan ini tetap di lanjutkan tapi akan banyak sekali korban, Amma… Hyung, Chullie-ssi, aku, Wookie, dan mungkin masih banyak lagi…”jelas Kyu yang akhirnya mulai serius.
“Apa hubungan Wookie dengan masalah ini??”tanya Chullie dan Leeteuk bersamaan.
“Wookie adalah yeoja yang aku bilang tadi. Aku sangat mencintainya.”jawab Kyu tenang.
“Eghem… Saya rasa apa yang dibilang oleh Kyuhyun benar. Kami sangat menyukai anak-anak dari keluarga Park karena satu hal, mereka selalu bisa memilih keputusan yang bijak bahkan sejak mereka masih muda.”ujar Mr. Kim tenang lalu tersenyum pada Chullie, “Kami akan menyetujui apapun yang dipilih Chullie.
Sebulan kemudian, Kyuhyun dan Leeteuk sedang sarapan di apartement Kyu di Amerika sambil memandang pemandangan di luar kamar. “Ngomong-ngomong, Hyung… Sebelum aku kembali kesini tiga minggu lalu, aku melihatmu minta maaf pada Minjee. Apa yang kau lakukan padanya??”
“Aku hanya merasa bersalah karena selama ini dia baik padaku dan sepertinya dia menyukaiku, tapi aku sama sekali tidak bisa membalas perasaannya…”jawab Leeteuk cepat.
Tiba-tiba Kyuhyun tertawa, “Kau memang benar-benar terlalu percaya diri, Hyung. Minjee tidak akan mungkin menyukaimu, karena dia tidak akan mungkin meninggalkan kekasihnya hanya untukmu.”
“Minjee punya kekasih??”tanya Leeteuk tidak percaya.
“Tentu saja, dan kekasihnya adalah namja anggota klub atletik yang dulu pernah menyukai Chullie…”jelas Kyu.
“Choi Siwon maksudmu??? Lalu kenapa dia bersikap seperti itu padaku??”tanya Leeteuk tidak percaya.
“Karena dia ingin Siwon cemburu. Namja itu terlalu tenang menurutku.”sahut Kyuhyun santai.
“Aku juga heran kenapa aku bisa menyukai namja sepertimu, oppa…”ujar Chullie yang baru saja muncul sambil mengalungkan lengannya di leher Leeteuk. “Tapi tetap saja, Sarangheo oppa…”bisik Chullie lembut.
“Nado saranghae…”balas Leeteuk yang bersiap untuk mencium Chullie kalau saja Kyu tidak menyela adegan romantic itu.
“CUKUP. Ini rumahku dan aku tidak mengizinkan pendatang baru untuk bermesraan saat aku ada…”ujar Kyu yang langsung kabur sebelum Leeteuk melemparnya dengan roti.
-------------------------------------------------------- the end

Tidak ada komentar:
Posting Komentar